Sabtu, 15 November 2008
di
23.21
|
Debur ombak sore ini melayangkan rasa jiwaku
Buih putih berkejaran seakan menari untukku
Bersama dengan titik-titik hujan jatuh membelai kesendirianku
Terduduk di atas pasir di bawah langit jingga kelabu
Aku ingin menangis
Tapi mana air mata itu?
Haruskah ku mengisinya dengan yang palsu?
Tapi aku bukan seorang penipu
Lalu haruskah aku tertawa?
Dan berkelakar licik di balik dosaku
Tidak!
Aku bukan seorang penipu
Cinta tulus suci dan sejati
Yang selama ini menopangku dikala senja
Haruskah tercerai dan mati di pupusnya asa?
Aku tak mau . . . .
Dan dikala kerinduan itu menghantam keras ke dalam jiwa
Saat ku berharap dapat ia peluk dari sudut pilu
Buih putih berkejaran seakan menari untukku
Bersama dengan titik-titik hujan jatuh membelai kesendirianku
Terduduk di atas pasir di bawah langit jingga kelabu
Aku ingin menangis
Tapi mana air mata itu?
Haruskah ku mengisinya dengan yang palsu?
Tapi aku bukan seorang penipu
Lalu haruskah aku tertawa?
Dan berkelakar licik di balik dosaku
Tidak!
Aku bukan seorang penipu
Cinta tulus suci dan sejati
Yang selama ini menopangku dikala senja
Haruskah tercerai dan mati di pupusnya asa?
Aku tak mau . . . .
Dan dikala kerinduan itu menghantam keras ke dalam jiwa
Saat ku berharap dapat ia peluk dari sudut pilu
- Broken Beach –
7 April 2008
Saat ku hampir menangis
Diposting oleh
Ksatria Langit



0 komentar:
Posting Komentar